Minggu, 09 Mei 2010

Manfaat Bunga Rosella

Rosella Sekuat Captopril

Bunga Rosela bukan hanya sebuah bunga yang sangat indah untuk dilihat, tapi juga sebuah tanaman yang memiliki manfaat yang sangat mempesona. kandunganya yang terdapat pada kelopak rosella dapat mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit, diantaranya :

* Hipertensi
* Gula Darah
* Panas Dalam
* Sariawan
* Sembelit
* Asam Urat
* Cholesterol
* Dan mencegah Kanker Darah

Kelopak Bunga Rosella dapat diambil sebagai bahan Minuman segar berupa sirup dan tea, selai dan minuman, kelopak bunga tersebut mengandung viatmin C, vitamin A, dan Asam Amino yang di perlukan Tubuh, 18 Diantaranya terdapat dalam Kelopak Bunga Rosella, termasuk Arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. selain itu, Rosella juga mengandung protein dan Kalsium.
Menurut DEP.KES.RI.No.SPP.1065/35.15//05, seriap 100gr Rosella mengandung :

1. 260-280 mg Vitamin C
2. Vitamin D,B1 dan B2
3. Kalsium 486 mg
4. Omega 3
5. Magnesium
6. Beta Karotin
7. Asam Amino esensial (lysine dan agrinine)

Bunga Rosella juga kaya akan serat yang bagus untuk kesehatan saluran pencernaan.
Diantara berbagai macam jenis Rosella, ada dua jenis yang paling banyak di Indonesia, diantaranya Rosella Merah dan Ungu.
Yang membedakan Rosela Merah dan Ungu adalah :
Rosela Merah :

1. Batang Pohon Hijau
2. Kelopak Bunga Merah
3. Cara Konsumsi, 10 Kelopak diseduh/digodok dengan 500cc air.
4. Warna merah lebih asam (sebaikmua dikonsumsi setelah makan bagi yang kena maag)

Rosella Ungu :

1. Batang pohon coklat
2. kelopak bunga ungu tua, lebih besar, tebal, ujung panjang
3. cara konsumsi hanya 5 kelopak diseduh atau digodok dengan 500 cc air, warna Merah Anggur sedikit Asam (lebih Aman)

Dari perbedaan tersebut, tentulah Rosella yang berwarna ungu memiliki keunggulan yang lebih dibanding dengan Rosella yang berwara merah.

MENURUT data dari National Heart, Lung and Blood Association, hampir sepertiga warga negara Amerika menderita hipertensi. Hipertensi terjadi seperti sebuah selang kecil tipis berisi terlalu banyak air yang menekan. Bila terus menerus menekan, selang akan bocor dan selang bisa jadi bakal pecah.Hal yang sama juga bisa terjadi pada pembuluh darah. Tekanan yang begitu kerap atau intens bakal membahayakan organ-organ lain seperti ginjal, jantung menimbulkan masalah sehingga muncul stroke, kebutaan, dan lain-lainnya. Untuk mengontrol hipertensi, dokter biasanya merekomendasikan perubahan gaya hidup—olahraga, rileksasi, menghidari asupan garam—ditambah pengobatan. Selanjutnya, teh hibiscus bisa jadi tambahan terapi.

Tampaknya hibiscus atau yang kerap kita kenal sebagai bunga sepatu mampu menurunkan tekanan darah. sama seperti obat penurun tekanan darah, bunga berwarna merah juga kuning ini dikatakan dapat membuka pembuluh darah lebih lebar, menurunkan kekentalan darah dan meningkatkan produksi urin sehingga dapat mengurangi volum darah.Teh hibiscus dibuat dari bunga Hibiscus sabdariffa, kadang-kadang disebut Rosella atau Karkade. Dalam sebuah
penelitian yang dipublikasikan di Phytomedicine tahun 2004, para pasien minum setiap hari 10 gram bunga kering yang diseduh.Hasilnya menunjukkan bahwa teh ini dapat mengontrol hipertensi jenis ringan maupun sedang seefektif Captopril, obat yang biasa digunakan untuk mengatasi hipertensi dan gagal jantung.Hibiscus juga dikatakan bekerja cepat. Journal of Ethnopharmacology melaporkan bahwa setelah 12 hari, 31 pasien yang mengonsumsi teh Hibiscus rata-rata mengalami penurunan tekanan darah hingga 11,2 persen untuk tekanan sistolik dan 10,7 persen untuk tekanan diastolik.Normalnya, tekanan sistolik 120 dan diastolik 80, artinya teh hibiscus dapat menurunkan tekanan darah hingga kondisi normal selama kurang lebih tidak sampai dua minggu. Bagaimana para penderita hipertensi sebaiknya menggunakan herba ini?Ellen Kamhi, Ph.D, RN dan kawan penulis dari The Natural Medicine Chest (Evans & Co.,2000) merekomendasikan agar memberitahukan penggunaan herba ini kepada dokter sementara Anda menggunakan obat atau meninggalkan obat ini sambil mengecek tekanan darah setiap hari.“Rasio dan risiko penggunaan herba dalam hal ini tentu saja lebih aman dan lebih baik dibanding obat. Karena itu cobalah untuk menggunakannya,” ujar Ellen.